Popular Post

Posted by : Crusader 12

Taufik Budi - Sindo TV
Misbah dan rombongan saat diba di Demak (Dok: Sindo TV/Taufik Budi)
Misbah dan rombongan saat diba di Demak (Dok: Sindo TV/Taufik Budi)
DEMAK - Meski berisiko tinggi, mudik menggunakan sepeda motor tetap menjadi pilihan warga. Mudik dengan sepeda motor lebih murah.

Tidak sedikit pemudik yang membawa serta anak kecil untuk perjalanan hingga ratusan kilometer. Sakit batuk, demam mendadak, hingga rewel, mewarnai perjalanan pemudik motor. Orangtua harus membawa mainan sebagai pembunuh rasa jenuh anak mereka di perjalanan.

Hal tersebut setidaknya dialami rombongan pemudik asal Depok, Jawa Barat, yang hendak pulang kampung ke Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pada pagi ini, mereka tiba di Mranggen, Demak.

Sebanyak 11 orang, terdiri dari delapan orang dewasa dan tiga balita, menaiki sepeda motor secara beriringan. Mereka berangkat dari Depok Selasa siang kemarin.

Pimpinan rombongan, Misbah Mustofa, mengatakan, bukan hal mudah menempuh perjalanan jauh mengendarai sepeda motor. Apalagi, di antara mereka terdapat anak kecil yang sewaktu-waktu mengeluh sakit serta rewel.

Mereka harus berhenti berkali-kali, tidak hanya melepas lelah, namun sekadar menenangkan anak-anak yang menangis karena panas dan jenuh.

Debu dan asap kendaraan bisa meyebabkan flu atau batuk. Belum lagi, bila bertemu jalan rusak dan macet. Salah satu sepeda motor sempat mengalami pecah ban saat di Semarang.

Agar sampai di Blora secepat mungkin, Misbah dan rombongannya memacu sepeda motor hingga kecepatan 80 km/jam jika jalan sepi dan mulus.

Meski sadar berisiko tinggi, namun Misbah tidak mempunyai pilihan lain agar bisa bersilaturahim bersama keluarga saat Lebaran.

“Sebenarnya khawatir juga, perjalanan jauh membawa anak kecil. Takut ada kecelekaan atau bagaimana. Persiapannya, motor harus fit orangnya juga fit, bawa makanan minuman, obat-obatan kalau anak sakit,” kata Misbah, Rabu (15/8/2012).

Dia menjelaskan, harga tiket kereta api dan bus tujuan Blora saat musim mudik melambung hingga hampir 100 persen, yakni sekira Rp250 ribu per orang. Padahal, Misbah harus membeli tiga tiket. Dengan menggunakan sepda motor, dia hanya menghabiskan sekira Rp100 ribu.

Untuk mengatasi lelah, Misbah bersama rombongan sempat bermalam di tempat saudaranya di Tegal. Setelah sahur, dia kembali melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.
okezone.com

{ 1 komentar... read them below or add one }

  1. kunjungan balik
    wah... ngeri gan... kalau bicara mudik..
    saran ane sih mending naik angkot dari pada berkendara sendiri...

    Mudah-mudahan yang bermudik di selamatkan sampai tujuan..... Amin...

    Nice post gan...
    Salam Blogger

    BalasHapus

- Copyright © Crusader 12 - The Shadow - Powered by Blogger - Designed by Thhedark Eye -